Kadin : Indonesia Harus Manfaatkan Peluang Pasar Produk Halal Dunia

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia Rosan Roeslani mengatakan Indonesia memiliki semua potensi untuk bisa menjadi pemimpin di pasar produk halal. Oleh karena itu, Kadin mendorong produk-produk halal unggulan Indonesia untuk masuk pasar dunia. Meski demikian, terdapat beberapa hal yang harus dipersiapkan terlebih dahulu untuk mencapai semua itu.

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia Rosan Roeslani mengatakan Indonesia memiliki semua potensi untuk bisa menjadi pemimpin di pasar produk halal. Oleh karena itu, Kadin mendorong produk-produk halal unggulan Indonesia untuk masuk pasar dunia. Meski demikian, terdapat beberapa hal yang harus dipersiapkan terlebih dahulu untuk mencapai semua itu.

"Sudah saatnya Indonesia meluncurkan lembaga halal Indonesia," kata Rosan  saat ditemui di Ballroom Hotel Ritz Carlton, kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Senin 1 Agustus 2016.

Rosan menambahkan lembaga produk halal ini bertujuan  membangun ekosistem produk halal  secara menyeluruh. Jadi lembaga ini nantinya tak hanya bertugas memberikan label halal dan tidak. 

Menurut Rosan, sekarang ini penanganan produk halal masih terpecah-pecah di berbagai kementerian. Menurutnya, hal ini harus diselesaikan melalui adanya satu badan yang mengurus semua ini dari segala sektor (produk halal). 

Rosan menjelaskan  kalau tidak ada badan yang mengurus soal pengembangan produk halal, maka produk halal di Indonesia tak akan berkembang. Sementara negara lain sudah sangat aktif membangun industri produk halal. 

Rosan sebagai Ketua Umum Kadin Indonesia berharap dalam waktu tiga bulan ke depan sampai akhir tahun ini dapat bertemu dengan pemerintah, dan menyampaikan usulan mengenai pembentukan lembaga halal ini. "Badannya seperti apa, apa yang ingin dicapai, fungsinya seperti apa," kata dia.

Rosan berpendapat produk-produk halal unggulan Indonesia dapat memasuki pasar dunia dengan memanfaatkan tren perdagangan online.

Dorongan tersebut dipacu permintaan produk halal dunia dalam beberapa tahun ke depan yang diproyeksikan tumbuh pesat. Pada 2014 pasar produk halal dunia mencapai USD2,3 triliun dan diperkirakan menjadi USD3,7 triliun pada 2019.

Dia mengatakan, persaingan memperebutkan pasar produk halal di era perdagangan bebas saat ini tidak lagi menjadi monopoli negara- negara Islam atau negara-negara berpenduduk muslim terbesar.

Pertimbangan keekonomian menjadi dasar pemikiran negara-negara maju dan non-muslim seperti Inggris, Belanda, Jepang, dan Amerika untuk ikut memperebutkan pangsa pasar produk halal dunia.

”Kita tidak boleh pasif. Banyak pangsa pasar halal yang digarap oleh negara non-muslim. Mereka mempersiapkan perangkat sarana dan persyaratan kehalalan suatu produk sehingga dapat diterima oleh konsumen produk halal,” ujarnya.

Rosan menegaskan, sebagai negara pangsa pasar halal yang besar, Indonesia jangan sampai hanya jadi follower.

Menurutnya, produk-poduk halal unggulan Indonesia yang sudah mendominasi pasar domestik harus bisa masuk pasar internasional, di antaranya makanan dan minuman, kosmetik, dan hijab.

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan, pemerintah dalam roadmap e-commerce memang tidak mengkhususkan pada produk halal. Namun dengan potensinya yang besar, pemerintah akan mempertimbangkan untuk membuat klausul tersendiri. Rudiantara yakin pertumbuhan e-commerce akan luar biasa.

Kalender Acara