Kadin Siap Bantu Pemerintah Stabilkan Harga Pangan

Kalangan dunia usaha nasional berkomitmen membantu pemerintah menstabilkan harga pangan selama bulan Puasa hingga Lebaran.

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Rosan Perkasa Roeslani, menyatakan, pihaknya akan memberikan teguran atau mengingatkan pengusaha yang spekulatif mengeruk keuntungan dengan memanfaatkan kenaikan permintaan (demand) pada momen Puasa - Lebaran.

Kalangan dunia usaha nasional berkomitmen membantu pemerintah menstabilkan harga pangan selama bulan Puasa hingga Lebaran.

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Rosan Perkasa Roeslani, menyatakan, pihaknya akan memberikan teguran atau mengingatkan pengusaha yang spekulatif mengeruk keuntungan dengan memanfaatkan kenaikan permintaan (demand) pada momen Puasa - Lebaran.

"Pengusaha boleh untung, tapi yang wajar saja. Masyarakat yang akan merayakan Lebaran jangan dibuat susah,” kata Rosan di Jakarta, Jumat (3/6).

Rosan mengatakan, Kadin akan berkoordinasi dengan instansi terkait seperti, Kementerian Perdagangan (Kemdag), Kementerian Pertanian (Kemtan), dan Perum Bulog (Persero) untuk memastikan suplai kebutuhan pokok tetap terjaga, sehingga harga pangan tidak bergejolak di pasaran.

"Bukan saatnya mencari untung dengan menyusahkan pemerintah dan rakyat. Apalagi pemerintah telah komit menjaga inflasi agar daya beli terjaga, sehingga target untuk mencapai bunga kredit satu digit bisa tercapai," katanya.

Rosan melanjutkan, Kadin sebagai induk organisasi pengusaha nasional memainkan peranan penting dalam menjaga stabilitas harga pangan, baik pengadaan bahan pangan di dalam negeri maupun impor.

"Dunia usaha wajib membangun rantai pasokan pangan yang efektif dan efisien dengan melibatkan para pelaku pasar secara proporsional dan seimbang,” ujarnya.

Rencananya, pemerintah akan mengimpor daging sapi sebanyak 27.400 ton dari Australia dan Brasil untuk memenuhi kebutuhan daging selama Puasa-Lebaran.

Di sisi lain, Rosan berharap, pemerintah juga dapat menghapus bea masuk sapi feedlotter menjadi nol persen. "Saat ini, bea masuk sapi feedlotter sebesar 5 persen. Dunia usaha berharap bea masuk dihapus menjadi nol persen,” katanya

Selain itu, lanjut Rosan, pemerintah diharapkan dapat mempermudah proses impor sapi dari negara lain di luar Australia, seperti Brasil.

Undang Undang Nomor 41 Tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan menyatakan bahwa petugas Karantina Indonesia ditempatkan di Brasil untuk memeriksa dan menyeleksi sapi yang akan diekspor ke Indonesia bekerja sama dengan pemerintah Brasil.


Dilansir dari Investor Daily

Kalender Acara